Permintaan perlindungan ini menyusul adanya laporan insiden pemukulan terhadap seorang warga Indonesia pada hari Rabu (28/11) seusai mereka menyaksikan pertandingan Indonesia dengan Singapura.
"Saya sudah bicara dengan Dubes Indonesia di Malaysia mereka sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait yang ada di Malaysia," kata Menteri Pemuda Dan Olahraga, Andi Mallarangeng di Jakarta., Jumat (30/11) siang.
Sebelumnya, seperti dilaporkan sejumlah media di Jakarta, korban pemukulan dalam insiden hari Rabu tersebut bernama Sagir Alva dan telah melaporkan kasusnya kepada Kantor Polisi Sungai Tangkas di Kuala Lumpur.
Kondisi ini diperkirakan akan memanaskan Stadion Bukit Jalil Malaysia menjelang pertandingan Indonesia dengan Malaysia yang akan berlangsung pada hari Sabtu (1/12) mendatang.
Penghinaan Suporter
Perseteruan diantara pendukung sepakbola kedua negara bukanlah hal baru, saling ejek di dunia maya dan media sosial kerap dilakukan oleh kedua pendukung masing-masing kesebelasan.
Video aksi pendukung Malaysia yang menghina Indonesia baru-baru ini juga muncul di situs You Tube dan mengundang reaksi warga Indonesia.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng sejauh ini mengaku belum melihat video tersebut, namun dia mengisyaratkan kemungkinan menyelesaikan hal ini lewat mekanisme aturan yang ada pada Federasi Sepakbola Internasional, FIFA.
"Saya belum melihat langsung. Tentu saja ada ketentuan FIFA tentang suporter yang tidak boleh menghina apalagi mengeluarkan kata-kata rasis ataupun melecehkan. Kalau itu terjadi maka melanggar ketentuan FIFA," kata Andi.
Sementara itu Manajer Timnas Indonesia Habil Marati tidak menganggap video yang berisi penghinaan suporter Malaysia itu sebagai hal serius.





Malaysie and indonesie kite ne serumpun, tak nak macam tu...
BalasHapusmari kite junjung sportifitas dalam bola sepak ye.. jangan ejek2 bangse indonesie macem di yutub ye...